For Your Info : Gadget pada Anak?? Apakah Berbahaya??
Dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat dari masa ke masa, gadget adalah salah satu hal yang sangat dekat dengan hidup kita. Contoh dari gadget adalah laptop, notebook, tablet, dan lain-lain. Yang paling marak akhir-akhir ini adalah penggunaan smartphone. Saat ini mungkin hampir semua hal dapat diakses melalui sebuah gadget. Baik itu untuk kepentingan pekerjaan, games, menonton film, memutar musik, dan masih banyak lagi. Namun adakah dampak jika gadget diberikan ke anak sejak dini?
Saat ini banyak orang tua beranggapan dengan memberi gadget pada usia dini, fokus anak akan teralihkan pada gadget, sehingga anak menjadi lebih tenang dan mudah diatur. Apakah benar seperti itu?
Mari kita jawab pertanyaan di atas. Kita lihat dulu dampak positif dan negatif dari pemberian gadget pada anak.
Dalam penggunaan internet, rekomendasi dari IDAI adalah sebagai berikut.
| sumber gambar : twenty20.com |
Mari kita jawab pertanyaan di atas. Kita lihat dulu dampak positif dan negatif dari pemberian gadget pada anak.
- Dampak positif yang dapat diberikan gadget, jika tepat penggunaannya, dapat membantu meningkatkan kecerdasan anak lewat games dan video yang bersifat edukatif. Untuk anak usia sekolah, lewat gadget dapat membuka "jendela dunia" di mana anak dapat mengakses beragam ilmu pengetahuan.
- Dampak negatif yang diberikan gadget, dari sisi medis, beberapa ahli menyebutkan bahwa pemberian gadget pada usia kurang dari dua tahun akan mengganggu perkembangan bicaranya. Di mana seharusnya pada usia tersebut anak seharusnya lebih banyak melakukan interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Penggunaan gadget berlebihan diduga juga dapat mengganggu perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar adalah gerakan dengan menggunakan otot-otot besar, contohnya kemampuan berjalan, duduk, berlari. Sedangkan motorik halus adalah gereakan menggunakan otot kecil dan terkoordinasi, contohnya kemampuan menulis, menggambar, menyusun balok. Perkembangan motorik ini dapat terganggu akibat kurangnya stimulus (paparan) akibat anak lebih banyak bermain gadget. Dari sisi psikiatri, bermain gadget berlebihan dapat berdampak pada kurangnya bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, karena terlalu fokus dengan gadgetnya. Dari sisi penglihatan, berlebihan bermain gadget dapat meningkatkan resiko terjadinya mata juling, terutama hingga usia 14 tahun. Resiko dapat bertambah jika anak melihat gadget dengan jarak yang dekat (kurang dari 30 cm)
Dalam penggunaan internet, rekomendasi dari IDAI adalah sebagai berikut.
- membatasi 2 jam setiap hari untuk anak usia>2tahun dalam penggunaan gadget
- selalu awasi anak dalam penggunaan gadget, lebih mudahnya dengan mengatur penggunaan gadget hanya di dalam ruang tengah atau ruang keluarga
- orang tua perlu memonitor situs yang dikunjungi anak
- orang tua perlu menjaga komunikasi dengan anaknya, terutama tentang situs apa saja yang boleh dibuka dan harus dihindari
- orang tua perlu menambah pengetahuan tentang situs yang dikunjungi anaknya
- Hingga usia 14 tahun, penggunaan internet anak harus disupervisi, sambil diingatkan untuk tidak mudah memberikan informasi pribadi di internet. Setelah usia itu, pengetahuan anak lebih matang, tetapi peran orang tua sebagai pedoman yang aman tetap diperlukan.
Comments
Post a Comment