Reinterpretasi Musik sang Maestro; Review Album Detik Waktu : Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman (2018)


Banyak anak muda jaman sekarang, bahkan yang lahir tahun 90an, yang mungkin kalau ditanya, "tahu Candra Darusman?" akan menjawab tidak.

Saya pribadi mencoba mengenal musik Candra Darusman baru-baru ini. Sebelumnya sudah pernah mendengar nama beliau, tapi belum terlalu  "mengulik" karya beliau. Karya beliau yang saya kenal sejak lama mungkin hanya lagu "Pemuda" dan "Kau" saja. Itu juga karena sudah dipopulerkan musisi lain.

Saya mulai "mengulik" karya beliau sejak saya mendapat video rekomendasi dari Youtube. Memang ajaib Youtube ini, bisa memberikan rekomendasi yang sesuai dengan selera kita. Menurut saya, Candra Darusman adalah musisi jenius, baik lirik dan musik nya sungguh kreatif. Pikir saya, Candra Darusman adalah musisi yang sangat underrated. Beliau layak disandingkan dengan musisi-musisi legenda Indonesia, seperti Utha Likumahuwa, Koes Plus, Elfa Secioria, Mus Mujiono, dll.

Setelah beberapa hari saya melihat video-video tersebut, album kompilasi musik "Detik Waktu: Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman" rilis. Album ini berisi 14 track yang melibatkan musisi ternama Indonesia lintas generasi. Dari musisi seperti Glenn Fredly, Gerald Situmorang, Barry Likumahuwa, Once hingga yang lebih senior seperti Fariz RM ikut meramaikan album ini.



Tracklist
1. Pemuda -- Marcell, Once, Sammy Simorangkir
2. Kau -- Glenn Fredly
3. Rintangan -- ShiLi, Adi
4. Senantiasa -- Andien
5. Lautan Kenangan -- Maliq & d'Essentials
6. Detik Waktu -- Adikara Fardy
7. Hanya Membekas Kini -- Sheila Majid
8. Kekagumanku -- Afgan
9. Perkenalan Perdana -- Monita Tahalea
10. Indahnya Sepi -- Mondo Gascaro, White Shoes & the Couples Company
11. Ceria -- 5 romeo
12. Masa Ke Masa -- Danilla Riyadi
13. Dunia Dibatas Senja -- Candra Darusman, Fariz RM
14. It’s Amazing -- Candra Darusman

Yang saya apresiasi dari album ini, setiap musisi yang menyumbangkan karya menunjukkan karakter mereka masing-masing tanpa menghilangkan energi lagu aslinya. Album ini menjadi berwarna-warni dengan semangat khas Candra Darusman. Salah satu penggubah musik di album ini, Gerald Situmorang, pernah menjelaskan di Instagram Story nya, tentang pembuatan aransemen lagu "Perkenalan Perdana" di mana aransemen dilakukan dengan kerangka lagu aslinya yang dimodifikasi sedemikian rupa. Menurut saya sendiri kekuatan lagu Candra Darusman terletak pada lirik lagunya yang pemilihan katanya indah dengan nada yang otentik.

Album ini dirilis dalam platform digital  (Spotify, Itunes, dll.) maupun fisik yang dapat dibeli di demajors dan toko musik terdekat. Yang unik dalam kemasan album ini adalah buklet berisikan cerita di balik layar penulisan dan pendapat pribadi Candra Darusman terhadap lagu pada album ini.
 
3 lagu favorit saya di antaranya "Perkenalan Perdana", "Lautan Kenangan", "Hanya Membekas Kini". Aransemen pada ketiga lagu ini memberi kesan lebih segar dan catchy di kepala saya. Secara umum album ini sangat direkomendasikan bagi penggemar musik Indonesia, terutama musik Pop, Jazz, dan RnB.  

Rating 8,7/10

Comments

Popular posts from this blog

For Meds : Suara Jantung

Nada Berkelas Rendy Pandugo : Review album "the Journey (2017)"